Minggu, 05 Februari 2012

PUISI

                                                             INSAN

Aku bisu seperti di belegung
Mata ini buta tak melihat
Tawa ria telah yang hilang
Tuhan bebas jiwa beku oleh niat
Ingin  selalu memang untuk diri sendiri
Aura langit di sini melukis cemin diri

Penuh kepalsuan hidup manusia
Ketika hanya emosi berkuasa dalam derita
Kita meski siap dengan kesakitan hati
Yang menghampiri keraguan ini
                                            Kedamaian dihati

manusia hanya memikirkan dendam
Serta tak peduli dengan teguran langit
Sungguh biar jadi rahasia siang dan malam
Namun semua sudah terlambat untuk bertaubat

Mereka lupa akan sang pencipta
bagai darah mengair ke jantung
tanpa kita sadari
Semoga dendam lekas hilang
Bumikan menjadi damai
Manusia dengan sifat sengit
Kembali ingat dosa

Bila dengan menyesali
tingkah laku kita
Terlalu hidup senang menbuat lupa

Untuk sekedar berserah padaNYA
Cukup hanya renungan alam
Akan menjawab dengan tanda
Tanpa pernah dimengerti

Seharusnya butuh kesadaran diri
Semua kehendak yang tentukan oleh tuhan
akhirnya  menemukan rasa tenang
dalam sisa-sisa  nafsu kesombongan
melewati batas dari ketentuan

itulah disebut surga dunia
yang di janjikan oleh setan
mengusai nafsu dalam hati kita
terus mengingikan kekuasaan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar